Kegiatan 1 halaman 63 -75 Mengidentifikasi Struktur Cerpen Pohon Keramat (Bagian Pertama)

Beri keterangan isi setiap paragraf dari cerpen " Pohon Keramat" untuk mendapatkan gambaran alur cerita.
bagian 1

Isi Cerpen
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.
Tentang
Lokasi Gunung Beser

Isi Cerpen
Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser, mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari Kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.
Tentang
Keangkeran Gunung Beser

Isi Cerpen
Konon, saat pendudukan Belanda, di kampung saya ada seorang tokoh yang melawan Belanda yang berjuang sendirian tanpa pasukan bernama Jayasakti. Tentu saja tokoh ini menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan dipenjarakan. Jayasakti lari dari kampung ke Gunung Beser dan bersembunyi agar Belanda tidak menimpakan kemarahan kepada masyarakat kampungnya. Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tapi Jayasakti tidak pernah menyerah. Pasukan Belanda dengan dipandu centeng-centeng demang pernah melacak Jayasakti ke dalam gunung, tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Kata orang-orang pintar, Jayasakti bersemedi dan tubuhnya menjadi pohon harum yang baunya dibawa angin ke sekitar gunung.
Tentang
Sejarah kesaktian tokoh bernama Jayasakti

Isi Cerpen
Karena cerita itu dipercaya kebenarannya, tidak seorang pun penduduk pun berani masuk ke kelebatan Gunung Beser. Mereka menghormati perjuangan yang pernah dilakukan Mbah Jayasakti. Tapi selain itu, konon, mereka takut masuk ke dalam gunung karena dulu ada beberapa orang pencari kayu bakar nekad masuk ke dalam tapi dia bernasib seperti pasukan Belanda dan centeng-centeng demang itu, tidak bisa kembali. Siapa pun akan berhati-hati bila berhubungan dengan Gunung Beser. Para pencari kayu bakar dan penyabit rumput hanya berani sampai ke kaki gunung.
Tentang
Penduduk takut masuk ke Gunung Beser

Isi Cerpen
Sejak saya ingat, cerita yang diketahui seluruh pendudukkampung juga meliputi kharisma Gunung Beser. Tiap malam tertentu,katanya, dari Gunung Beser keluar cahaya yang begitu menyejukkan.Hanya orang tertentu yang melihat cahaya itu. Konon, bila seseorang dapat melihat cahaya itu dengan mata batinnya, maka ia termasuk orang yang bijaksana dan tinggi ilmunya. Bila ada seorang saja dari seluruh penduduk kampung yang bisa melihat cahaya itu, artinya Mbah Jayasakti, begitu penduduk kampung menyebut penghuni Gunung Beser, melindungi kampung. Tapi bila ada orang yang sembrono melanggar keheningan Gunung Beser, Mbah Jayasakti bisa marah. Jangankan menebang pohon tanpa izin, masuk saja ke dalam gunung bisa kualat. Bisa-bisa dianggap mata-mata Belanda oleh Mbah Jayasakti. Itulah sebabnya penduduk kampung begitu takut mengganggu ketenangan Gunung Beser.
Tentang
Kharisma Gunung Beser

Isi Cerpen
Bagi saya, Gunung Beser menyimpan kenangan tersendiri. Sejak umur 5 tahun saya sering tidur di rumah Kakek. Setiap subuh Kakek membangunkan saya dan mengajak pergi ke mesjid kecil di pinggir sawah. Saya yang kadang masih merasa ngantuk, begitu turun dari rumah selalu takjub melihat Gunung Beser berdiri kokoh. Saya merasa kesegaran pagi--harum dedaunan dan bau tanah—adalah bau khas Gunung Beser. Saya selalu berharap begitu turun dari rumah bisa melihat gunung itu bercahaya.
Tentang
Kenangan tokoh Saya ketika berumur 5 tahun tentang Gunung Beser.

Isi Cerpen
Selesai sholat Kakek biasa mengontrol air sawah. Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. Tapi, saya tidak. Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. Tak jarang saya mandi di pancuran sawah.
Tentang
Tokoh Saya yang suka menguntit kakek mengontrol air sawah

Isi Cerpen
Dari pematang yang lebar-lebar saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tapi keluar dari hati saya sendiri. Setiap melihat dedaunan yang bergoyangan, saya sering melamun melihat Jayasakti sholat di atas daun pisang.
Tentang
 Gunung Beser dilihat dari pematang sawah.

Isi Cerpen
Bagi sawah-sawah di kampung saya, air tidak mesti diperebutkan. Gunung Beser memang memberikan air yang melimpah. Nama Gunung Beser sendiri berarti mengeluarkan air terus-terusan. Mata air yang berada di kaki gunung mengalirkan sungai yang lumayan besar. Sebagian air itu dialirkan ke kampung untuk memenuhi bakbak mandi. Sisanya yang masih melimpah mengairi sawah dan kolam. Selain itu, masih banyak mata air kecil yang dipakai penduduk sebagai pancuran.
Tentang
Gunung Beser memberikan air yang melimpah.

Isi Cerpen
Oleh karena itu, belum pernah ada berita para petani berkelahi karena berebut air. Kakek dan para petani lain yang juga sering mengontrol sawah pagi-pagi, bukan mengontrol takut sawah kekeringan, tepi memeriksa kalau-kalau ada urugan kecil atau lubanglubang yang dibikin ketam. Atau siapa tahu ada berang-berang yang menyerang kolam. Biasanya pemangsa ikan itu menyisakan kepala ikan di atas pematang. Bila hal itu terjadi, kemarahan para petani tidak akan terbendung lagi. Berang-berang itu akan diburu oleh orang sekampung.
Tentang
Belum pernah ada berita para petani berkelahi karena berebut air

Lanjut ke bagian selanjutnya (Bagian Kedua)

0 Comments

Posting Komentar