Pertanyaan Telaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan, Bahasa Indonesia kelas 7 halaman 106

Judul : Pertanyaan Telaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan
Materi : Kelas 9 Semester 1 Bab IV
Sumber Soal : Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013
halaman : 106
Jawaban : Alternatif jawaban dari admin kkatricahannel.info
Note : Bukan sekedar Contekan tetapi sebagai bahan evaluasi adik adik dalam mengerjakan soal tentang Pertanyaan Telaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan, Bahasa Indonesia kelas 7 halaman 106 dari buku paket kelas 9 tersebut
Pertanyaan Telaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan, Bahasa Indonesia kelas 7 halaman 106

1. Perhatikan 2 model teks pujian dan kritik.apa kesamaan dan perbedaannya dari teks karya seni affandi dan novel student hidjo
Jawaban
Pada dua model teks pujian Terdapat pada teks tanggapan karya seni affandi (Model Teks Tanggapan Tulisan, Ulasan (Pujian) Karya Seni) dan kritik (Model Teks Tanggapan Tulisan, Kritik: Kritik Sastra), Terdapat pada teks tanggapan Novel student hidjo memiliki persamaan yaitu adalah terdapat deskripsi dan penilaian terhadap karya yang diulas.

Perbedaannya adalah
- pada model teks pujian, deskripsi dan penilaian diberikan secara umum terhadap karya yang diulas
- pada model teks kritik, deskripsi tidak hanya mengulas mengenai karya saja, tetapi juga terhadap pengarang dan karya-karya lainnya. Begitu pula pada penilaian. Penilaian tidak hanya diberikan terhadap karyanya, tetapi juga terhadap penerbitannya.

2. Pelajari Bagaimana penulis mendeskripsikan dengan cukup rinci sebelum memberi penilaian. Mana tulisan yang lebih baik dalam mendeskripsikan?
Jawaban :
Alasan saya memilih tulisan novel Student Hidjo yang lebih baik dalam mendeskripsikan adalah penulis mendeskripsikan pengarang, karya-karyanya, dan novel itu sendiri dengan memerinci objek dengan melibatkan indra, sehingga pembaca dapat merasakan, seolah-olah melihat, dan seolah-olah mendengarkan.

Kemampuan mendeskripsikan sangat diperlukan dalam menyusun teks tanggapan. Sedangkan tujuan teks deskripsi adalah menggambarkan objek dengan cara memerinci  objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang  penulis sekonkret mungkin sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar,  mengalami apa yang dideskripsikan.

3. Menurutmu apakah manfaat yang di dapat oleh pembaca umum terhadap kedua tulisan tanggapan seni rupa karya affandi dan novel student hidjo ?apa manfaatnya bagi pembaca yang juga pencipta karya yang bersangkutan?
jawaban :
Manfaat yang diperoleh pembaca umum dari kedua teks tanggapan adalah:
Pembaca umum dapat mengetahui gaya melukis Affandi melalui teks tanggapan seni rupa karya Affandi.

Sementara dari novel "Student Hidjo", pembaca umum dapat mengetahui beberapa informasi penting yaitu:
~kondisi publikasi sastra pada era kolonial
~kondisi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial
~keuntungan yang diperoleh masyarakat priyayi Jawa pada saat kolonial
~kondisi sosial masyarakat terutama fenomena pernikahan paksa


Manfaat yang diperoleh pencipta karya yang bersangkutan adalah :
Melalui teks tanggapan seni rupa karya Affandi, sang pelukis dapat memperoleh informasi perihal cara masyarakat dalam mengapresiasi dan mengidentifikasi seni rupaya karyanya.a

Sementara dari teks tanggapan "Student Hidjo", sang penulis dapat mengetahui bahwa:
~karyanya jarang menjadi referensi pembelajaran sastra bahkan hingga kini
~karyanya mampu memberikan wawasan tentang kondisi masyarakat Indonesia di era penjajahan bagi pembaca masa kini

4. Apa kritik utama penulis tentang novel student hidjo terbitan baru?
Jawaban
Kritik utama penulis tentang novel Student Hidjo terbitan baru adalah mengenai penyesuaian ejaan maupun  bahasa yang mengurangi cita rasa klasik roman  Student Hidjo yang dilakukan oleh Penerbit Bentang Budaya.

5. Kamu setuju atau tidak setuju dengan penulis teks tanggapan kritik tentang perubahan bahasa di novel Student Hidup terbitan terbaru? Jelaskan mengapa?
Jawaban
Setuju, karena setiap karya seseorang pasti tidak hanya memperoleh sanjungan, tetapi juga memerlukan kritikan, agar sang penulis mempunyai inspirasi untuk membuat karyanya semakin lebih baik

6. Cari pedoman ejaan bahasa Indonesia (2015) dan EYD(1972) kemudian bandingkan dengan pedoman ejaan sebelumnya,ejaan lama:ejaan van ophuijsen(1901) ejaan Soewandi/ejaan republik (1946)

jawaban :
Ejaan van Ophuijsen
Pada tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin, yang disebut Ejaan van Ophuijsen, ditetapkan. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut:

Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamai’.
2. Ejaan Soewandi
Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan menggantikan ejaan van Ophuijsen. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan ejaan Republik. Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itu adalah sebagai berikut:

Huruf oe diganti dengan u, seperti pada guru, itu, umur.
Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
3. Ejaan Melindo
Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail, Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya

Ejaan yang Disempurnakan (disingkat EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku dari tahun 1972 hingga 2015. Ejaan ini menggantikan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan ini digantikan oleh Ejaan Bahasa Indonesia sejak tahun 2015.

Perubahan yang terdapat pada Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967), antara lain:

"tj" menjadi "c": tjutji → cuci
"dj" menjadi "j": djarak → jarak
"j" menjadi "y": sajang → sayang
"nj" menjadi "ny": njamuk → nyamuk
"sj" menjadi "sy": sjarat → syarat
"ch" menjadi "kh": achir → akhir
Beberapa kebijakan baru yang ditetapkan di dalam EYD, antara lain:

Huruf f, v, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
Huruf q dan x yang lazim digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap digunakan, misalnya pada kata furqan, dan xenon.
Awalan "di-" dan kata depan "udi" dibedakan penulisannya. Kata depan "di" pada contoh di rumah, di sawah, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara "di-" pada dibeli atau dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya. Angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan

0 Comments

Posting Komentar