Ads 720 x 90

Jawaban Pertanyaan Mengenal Masyarakat Bugis Makassar

Berikut ini adalah Pertanyaan Mengenai Mengenal Masyarakat Bugis Makassar. Video Mengenal Masyarakat Bugis Makassar ditayangkan di TV edukasi di TVRI pada hari Rabu tanggal 13 mei 2020. untuk akhir video anak-anak di beri pertanyaan mengenai Mengenal Masyarakat Bugis Makassar. pelajaran ini diperuntukkan untuk siswa kelas 4,5 dan 6 dengan program belajar dari rumah dari kemendikbud dengan bekerja sama tv edukasi di TVRI. hasil belajar yang diinginkan dalam pelajaran ini yaitu Memahami paparan lisan tentang topik  Mengenal Masyarakat Bugis Makassar yang dikenali, mengidentifikasi ide pokok dan beberapa ide rinci dalam paparan tersebut, menjelaskannya kembali dan menanggapinya menggunakan pengetahuannya tentang Mengenal Masyarakat Bugis Makassar.
Jawaban Pertanyaan Mengenal Masyarakat Bugis Makassar

Pertanyaan soal Mengenal Masyarakat Bugis Makassar :

1. Menurutmu, apa saja kehebatan orang Bugis Makassar pada masa lalu berdasarkan tayangan tadi?
2. Bagaimana cara membuat Perahu Pinisi? Ceritakan dengan singkat kepada keluargamu!
3. Apa yang bisa kita teladani dari Bapak Muhammad Djafar, pembuat perahu Pinisi? Mengapa?

Jawaban Soal Mengenal Masyarakat Bugis Makassar :

1. Menurutmu, apa saja kehebatan orang Bugis Makassar pada masa lalu berdasarkan tayangan tadi?
Jawaban :
  • Masyarakat Bugis terkenal dengan mengarungi Samudera / Lautan dari daerah satu ke daerah lainnya.
  • Orang Bugis menguasai pesisir Sumatera mulai dari bagian timur sampai pesisir selatan.
  • Orang Bugis mengendalikan kegiatan perdagangan Selat Malaka dengan menguasai jalur pelayaran di Selat Malaka hingga ke pesisir utara wilayah Kalimantan.
  • Orang Bugis merupakan penguasa lautan yang dihormati dan disegani oleh para pedagang, para pelaut, bahkan bajak laut juga hormat kepada orang Bugis.


2. Bagaimana cara membuat Perahu Pinisi? Ceritakan dengan singkat kepada keluargamu!
Jawaban :
Ada tiga tahap yang harus dilalui dalam pembuatan Perahu Pinisi.
Tahap pertama
Langkah pertama dimulai dengan penentuan hari baik untuk mencari kayu (bahan baku). Hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 pada bulan yang sedang berjalan. Angka 5 menyimbolkan naparilimai dalle'na, yang berarti rezeki sudah di tangan, sedangkan angka 7 menyimbolkan natujuangngi dalle'na, yang berarti selalu mendapat rezeki.
Tahap Kedua
Pada tahap kedua, ada beberapa langkah serta ada keunika tersendiri saat melakukannya. Tahap kedua ini terdiri atas menebang, mengeringkan dan memotong kayu. Kemudian kayu atau bahan baku tersebut dirakit menjadi sebuah perahu dengan memasang lunas, papan, mendempulnya, dan memasang tiang layar. Pada saat peletakan lunas, juga harus disertai prosesi khusus. Saat dilakukan pemotongan, lunas diletakkan menghadap Timur Laut. Balok lunas bagian depan merupakan simbol lelaki. Sedangkan balok lunas bagian belakang diartikan sebagai simbol wanita. Setelah dimantrai, bagian yang akan dipotong ditandai dengan pahat. Pemotongan yang dilakukan dengan gergaji harus dilakukan sekaligus tanpa boleh berhenti. Itulah mengapa untuk melakukan pemotongan harus dikerjakan oleh orang yang bertenaga kuat. Demikian selanjutnya setiap tahapan selalu melalui ritual tertentu. Setelah melalui beberapa tahapan yang panjang dan memakan waktu berbulan-bulan dalam pembuatan Perahu Pinisi, tahap terakhir adalah peluncuran Perahu Pinisi ke laut.
Tahap Ketiga
Di tahap terakhir ini, sebelum Perahu Pinisi diluncurkan ke laut, terlebih dahulu dilaksanakan upacara maccera lopi (mensucikan perahu) yang ditandai dengan penyembelihan binatang. Jika Perahu Phinisi itu berbobot kurang dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor kambing, dan jika bobotnya lebih dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor sapi.

3. Apa yang bisa kita teladani dari Bapak Muhammad Djafar, pembuat perahu Pinisi? Mengapa?
Jawaban :
Meski di usia yang hampir 90 tahun, Bapak Muhammad Djafar masih mempertahankan membuat perahu pinisi bersama anak-anaknya. Ia menambahkan membuat perahu pinisi bukanlah tiruan tapi turunan. Hingga umur hampir 90 tahun ia tetap menjaga tradisi membuat perahu pinisi. Sekolahnya tidak tamat SD tapi beliau mempunyai pemikiran yang sangat luas dan menjadi kebanggaan bisa memamerkan perahu pinisi ditingkat internasional.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter